Demografi

Jumlah penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin
No. Rentang usia (tahun) Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011
Laki-laki Perempuan laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
1 0-14 87082 81815
2 15-55 159429 148715
3 56 + 10668 10606

Menurut BPS bahwa Tenaga Kerja adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang bekerja, yang memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja, seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan dikategorikan bekerja. Berdasarkan kategori usia produktif pada kolom kedua bahwa jumlah penduduk yang berusia 15-55 tahun sebanyak 308.144 orang. Jumlah usia produktif dari tahun 2009 sampai tahun 2010 terjadi penurunan, yaitu 2,39 persen laki-laki dan 1,81 persen.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan selama kurun waktu 2009-2010, dari 63,55 persen menjadi 64,76 persen. Penduduk usia kerja yang bekerja mencapai hampir 90 persen pada tahun 2010. Tingkat pengangguran juga semakin menurun yang tercatat sebesar 11,36 persen dan lebih rendah dibanding tahun 2009 yang mencapai 13,21 persen.

Pada tahun 2010 lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kabupaten Bengkalis adalah bidang pertanian (40,35 persen) diikuti bidang perdagangan, hotel dan restoran (17,70 persen), sedangkan bidang usaha ynag paling sedikit menyerap tenaga kerja adalah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya sebanyak 2,02 persen.

Persentase penduduk berumur 15 tahun keatas yang bekerja menurut status pekerjaan utama tahun 2010 terdiri dari buruh sebanyak 39,83 persen, Berusaha sendiri (28,36 persen), pekerja tidak dibayar (13,09 persen) dan yang paling rendah pekerja bebas di non pertanian yaitu 1,29 persen.

Usia produktif yang dikategorikan sebagai usia kerja sebanyak 316.262 orang. Hal ini berdasarkan menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Sedangkan usia penduduk Kabupaten Bengkalis pada tahun 2010 yang paling sedikit mereka yang berumur di atas 70 tahun yaitu 3.771 orang.

Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama
No Agama 2009 2010 2011
1 Islam 394.332 412.458 n.a
2 Katolik 5.904 4.634 n.a
3 Hindu - - n.a
4 Budha 29.129 24.7 n.a
5 Konghucu 0  0 n.a
6 Aliran kepercayaan 114 126 n.a
7 Kristen 55.215 56.417 n.a

Penduduk yang beragama Islam sebanyak 82,77 persen, diikuti penduduk yang menganut agama Kristen Protestan yaitu 11,32 persen dan penduduk yang menganut agama Budha adalah 4,96 persen. Hampir semua kecamatan penduduk beragam Islam yang paling dominan, sedangkan penduduk agama Kristen katolik dan protestan tersebar di kecamatan Mandau. Berdasarkan data dari Departemen Agama Kabupaten Bengkalis, pada tahun 2010 terdapat 490 unit masjid, 849 unit surau, 111 unit gereja, dan 18 wihara/klenteng.

Kehidupan hidup beragama pada tahun 2011 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada akhir tahun 2011 khususnya di Kecamatan Bengkalis agak terganggu disebabkan penganut agama Budha merayakan hari besarnya dengan menghidupkan pentasan hingga dini hari. Kejadian ini memicu kemarahan umat muslim yang ada di Kota Bengkalis Kecamatan Bengkalis. Selanjutnya masyarakat muslim menuntut kepada DPRD Kab. Bengkalis untuk merumuskan perda yang mengatur penggunaan petasan dan sejenis dalam merayakan hari-hari besar umat beragama.

Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian.
No. Bidang pekerjaan 2009 2010 2011
1 Pertanian  4.512  6.910
2 Industri  752  261
3 Konstruksi 2581  11237 
4 Perdagangan  382  1.126
5 Transportasi, pergudangan dan komunikasi  38  200
6 Keuangan  0  253
7 Jasa Kemasyarakatan  1.237  4.440

Pertumbuhan serapan tenaga kerja mulai dari tahun 2009 hingga tahun 2010 sektor transportasi yang paling dominan menyerap tenaga kerja yaitu 426,32 persen , diikuti sektor konstruksi (335,37 persen) dan Jasa Kemasyarakatan sebesar 259 persen. Apabila dibandingkan dari keseluruhan lapangan usaha pada tahun 2010 tenaga kerja Kab. Bengkalis terkosentrasi pada sektor bangunan/konstruksi yaitu 35,95 persen dan kemudian sector pertambangan dan penggalian 21,46 persen.

Hal ini disebabkan oleh tingginya migrasi yang masuk di Kabupaten Bengkalis Bengkalis, sehingga pekerjaan yang paling mudah untuk didapati adalah kerja bangunan. Selanjutnya sector pertambangan dan industry dipicu dengan semakin banyaknya perusahaan Industri terutama PT. CPI menggunakan outsourcing (anak perusahaan) di Kecamatan Mandau. Selaras dengan percepatan pembangunan di kecamatan ini. Bengkalis selama ini dikenal sebagai daerah penghasil minyak yang sangat besar di Indonesia yang diproduksi oleh PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan BOB Pertamina.
Industri non migas relatif stabil pada kisaran 7-8 persen, sedangkan industri migas khususnya yang berada di Kecamatan Sungai Pakning dan Kecamatan Mandau terjadi pertumbuhan nilai tambah yang sangat fluktuatif tergantung dari produksi pertambangan migas sendiri

10 Etnis Terbesar
No Nama Etnis 2009 2010 2011
1 - - - -
2 - - - -

Tercatat jumlah penduduk Kabupaten Bengkalis 690.366 jiwa dengan sifatnya yang heterogen, mayoritas penduduknya adalah penganut agama Islam. Disamping suku Melayu yang merupakan mayoritas penduduk, juga terdapat suku-suku lainnya seperti : suku Minang, suku Jawa, suku Bugis, suku Batak, etnis Tionghoa dan sebagainya.

Prasarana Fisik (rumah ibadah, sekolah, sarana kesehatan, sarana jalan)
No. Tempat Ibadah 2009 2010 2011
1 Masjid 492 490 N/A
2 Gereja 80 111
3 Pura - -
4 Vihara 20 18
5 Lainnya 881 849  

Jika dibandingkan jumlah sarana ibadah yang ada dengan jumlah penduduk maka masjid yang ada belum proporsional. Faktor lain yang yang menyebabkan perlu pemetaan tempat ibadah di kabupaten Bengkalis adalah sebaran penduduk di kecamatan. Pemerintah harus memperhatikan keadaan beberapa mushalla yang perlu dijadikan masjid.

Pada saat ini gereja sudah memenuhi kebutuhan menurut jumlah masyarakat yang menganut agama Kristen, gereja yang paling banyak terdapat di Kecamatan Mandau sehingga pemerintah memberikan izin pendirian sampai 2010 jumlah gereja di Kab Bengkalis sebanyak 111 unit.

Jumlah Pengangguran Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pengangguran Jumlah
2009 2010 2011
tidak tamat SD N/A N/A N/A
SD / Mi N/A N/A N/A
SMP / MTs N/A N/A N/A
SMA / SMK / MA N/A N/A N/A
Diploma / Universitas N/A N/A N/A

Hingga akhir tahun 2009 lalu, jumlah pencari kerja atau pengangguran di Kabupaten Bengkalis mencapai angka 223.166 jiwa dari penduduk yang ada di daerah ini. Sedangkan usia memasuki kerja yang berumur minimal 15 tahun keatas mencapai 498.338 jiwa pada jumlah angkatan kerja sekitar 385.043 jiwa penduduk di Kabupaten Bengkalis.

Prasarana Kesehatan
No. Sarana 2009 2010 2011
1 Rumah Sakit Umum Daerah 5 6 -
2 Rumah Sakit Swasta - -
3 BKIA/Klinik Bersalin 27 27
4 Apotek - -
5 Klinik Dokter Praktek - -
6 Puskesmas 11 11
7 Puskesmas Pembantu 54 52
8 Polindes 37 32
9 Posyandu 35 38

Jumlah sarana kesehatan di Kabupaten Bengkalis pada tahun 2010 terdiri dari Rumah Sakit sebanyak 6 unit, Puskesmas 11 unit, Puskesmas Pembantu 52 unit, polindes 32 unit, serta poskesdes 38 unit. Banyaknya tenaga medis di Kabupaten Bengkalis antara lain dokter (dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi) 111 orang, bidan 283 orang, danperawat 520 orang. Saat ini pemerintah kosentrasi dalam menangani bidang kesehatan

Sarana Jalan
No. Variabel 2009 2010 2011
1 Panjang jalan provinsi 137,67 Km 137,67 km km
2 Panjang jalan kabupaten   3.273,42 km   1.138,98 km  km
3 Panjang jalan negara - - -

Guna menunjunang kelancaran perhubungan darat berdasarkan data Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis, hingga tahun 2009, panjang jalan di Kabupaten Bengkalis 1.132.574 Km. Dari segi kualitas kondisi jalan tersebut 44,04 persen dalam kondisi baik, 23,63 persen kondisi sedang dan 32,33 rusak dan rusak berat. Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkalis tahun 2010 sebanyak 47,63 persen permukaan jalannya berupa tanah, aspal 23,03 persen, beton 27,36 persen dan kerikil 3,00 persen. Panjang jalan Kabupaten Bengkalis pada tahun 2010 berkurang disebabkan panjang jalan keseluruhun dikurangi panjang jalan di Kab. Kep. Meranti dan jalan lingkungan perdesaan di Kab. Bengkalis.

Infrastruktur Lainnya
No Nama infrastruktur 2009 2010 2011
1 Bandara 1 1 1
2 Pelabuhan 8 8 8
3 Hotel 8 9 9
4 Terminal 1 1 1
5 Stasiun 1 1 1

Untuk transportasi udara, terdapat sebuah Bandar udara perintis yang bernama Bandar Udara Sei Selari yang berada di Sungai Pakning. Bandar udara ini merupakan milik dari PT. Pertamina UP II Dumai di Sei. Pakning untuk kebutuhan transportasi perusahan minyak negara tersebut dan juga untuk aktivitas perusahan minyak Kondur Petroleum S.A., sebuah perusahaan minyak swasta milik anak negeri. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM. 34 tahun 2003, penetapan sementara Bandar Udara Sei Selari Sei Pakning milik PT. Pertamina UP II Dumai di Sei Pakning sebagai bandar udara khusus yang dapat melayani penerbangan bagi kepentingan umum.

Dari beberapa pelabuhan yang dikelola pemerintah, terdapat tiga pelabuhan besar dengan intensitas bongkar muat barang dan naik turunnya penumpang yang cukup tinggi. Pelabuhan tersebut adalah Bandar Sri Laksamana Bengkalis (Kecamatan Bengkalis) yang melayani jurusan dari Kota Bengkalis ke Dumai, Pekanbaru, Selat Panjang (Kabupaten Kepulauan Meranti), Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang (Provinsi Kepulauan Riau).
Kemudian, Pelabuhan Bandar Setia Rajadi Selat Baru (Kecamatan Bantan) yang fokus operasinya melayani pelayaran ke luar negeri, khususnya ke negara Malaysia. Selanjutnya pelabuhan Sungai Pakning (Kecamatan Bukit Batu) yang dikelola PT. Pelindo. Pelabuhan Sungai Pakning ini disamping untuk bongkar muat barang dan naik turunnya penumpang, juga terdapat pelabuhan untuk bongkar muat minyak karena di Kecamatan ini terdapat kilang minyak untuk pengolahan milik Pertamina UP II Dumai-Sungai Pakning.

Disamping itu juga terdapat ferry penyeberangan atau Ro-Ro terdapat di Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis (roll on - roll off) yang menghubungkan pulau Bengkalis dengan pesisir Pulau Sumatera tepatnya di Desa Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu yang pelayanannya dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Pihak Swasta. Selanjutnya, ferry penyeberangan yang terdapat di Desa Tanjung Kapal Kecamatan Rupat yang menghubungkan Pulau Rupat dengan Pesisir Pulau Sumatera tepatnya di Kota Dumai. Pengelola ferry penyebrangan Rupat-Dumai hingga saat ini masih dikelola oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Riau.

Di Pulau Rupat ini juga sudah dibangun pelabuhan ferry untuk menghubungkan Pulau Rupat dengan Portdickson (Malaysia). Pelabuhan ferry Rupat Malaka ini terdapat di Desa Tanjung Medang (Kecamatan

Laju Pertambahan Penduduk
No. Laju pertumbuhan penduduk Tahun 2007-2008 Tahun 2009-2010 Tahun 2011-2012
1 1.19% 2.80% -

Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Bengkalis masih cukup tinggi. Hasil sensus selama 10 tahun terakhir, pertumbuhan penduduk Kabupaten Bengkalis berkisar 2,61 persen per tahun, melebih laju pertumbuhan penduduk secara nasional sebesar 1,49 persen pertahun.

Dari 8 kecamatan di Kabupaten Bengkalis, tercatat laju pertumbuhan penduduk paling tinggi di Kecamatan Pinggir dengan persentase sebesar 5,85 persen. Sedangkan yang terendah adalah Kecamatan Bantan sebesar 0,72 persen. Di Kecamatan Mandau, meskipun penyebaran penduduknya paling besar yaitu sekitar 43,9 persen namun laju pertumbuhannya di bawah Kecamatan Pinggir dan Bukit Batu hanya sebesar 2,99 persen.

Selanjutnya, laju pertumbuhan penduduk untuk Kecamatan Bukit Batu sebesar 3,19 persen, Kecamatan Siak Kecil, 1,89 persen, Kecamatan Rupat 1,42 persen, Kecamatan Rupat Utara 2,40 persen dan Kecamatan Bengkalis 1,94 persen. Hasil pencacahan SP tahun 2010 naik sekitar 2,88 persen pertumbuhan penduduk Bengkalis, paling tinggi di Pinggir dan paling rendah di Bantan.

Dengan luas wilayah sekitar 8.889,61 Kilometer persegi yang didiami oleh 498,4 ribu jiwa, maka rata-rata kepadatan penduduk Kabupaten Bengkalis adalah sebanyak 56 jiwa perkilometer persegi. Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Mandau yaitu sebanyak 216 jiwa per kilometer persegi, diikuti Kecamatan Bengkalis sebantyak 151 jiwa perkilometer persegi. Sedangkan kepadatan penduduk paling rendah adalah Kecamatan Bukit Batu dengan 15 jiwa perkilometer persegi.

Adapun jumlah penduduk untuk masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis bersumber dari hasil SP tahun 2010, ini antara lain. Kecamatan Mandau berjumlah sekitar 218,7 ribu jiwa, Kecamatan Pinggir berjumlah sekitar 78,6 ribu jiwa, Bukit Batu sekitar 30,4 ribu jiwa, Kecamatan Siak Kecil sekitar 18,7 ribu jiwa, Rupat berjumlah 30,5 ribu jiwa, Kecamatan Rupat Utara sekitar 12,8 ribu jiwa, Kecamatan Bengkalis berjumlah sekitar 72,6 ribu jiwa dan Kecamatan Bantan berjumlah sekitar 36,1 ribu jiwa.

Disamping tingginya laju pertumbuhan penduduk, Kabupaten Bengkalis juga dihadapkan pada tingginya angka kematian bayi atau IMR (Infant Mortality Rate). Untuk Kabupaten Bengkalis relatif tinggi yaitu 47 jiwa per seribu kelahiran, bila dibandingkan dengan tingkat kematian bayi secara nasional, yaitu 34 jiwa per seribu kelahiran, dan Provinsi Riau 46 jiwa per seribu kelahiran. upaya mengatasi berbagai persoalan kependudukan yang mengemuka saat ini, tidak ada pemikiran selain melaksanakan dan mensukseskan program kependudukan dan KB nasional secara konsisten. Program keluarga berencana harus didukung oleh berbagai pihak termasuk jajaran Bhayangkara yang memberi peran strategis dalam pembangunan sosial, karena mempunyai garis komando cukup kuat sampai kejajarannya di lini lapangan untuk menggerakkan program KB.

GEOGRAFI

Variabel Isian Satuan Akses data
Letak kabupaten deskripsi singkat (4 Paragraf) paragraf BPS
Topografi Wilayah Kabupaten 2 - 6.1 dpl BPS
Iklim (suhu rata-rata perbulan) 26 - 32 ° C BPS
Suhu tertinggi 32 ° C BPS
Suhu terendah 26 ° C BPS
Kelembapan Udara rata-rata per bulan % BPS
Curah hujan rata-rata per tahun 900 - 1500 mm BPS
Bulan dengan curah hujan tertinggi Oktober Desember BPS
luas wilayah kabupaten 7.793,93 km2 BPS
Batas wilayah kabupaten BPS
Sebelah Barat   Sebelah Barat dengan Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu BPS
Sebelah Timur   Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Meranti BPS
Sebelah Selatan   Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Siak BPS
Sebelah Utara   Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka BPS
Jumlah Kecamatan 8 BPS
Jumlah Desa 102 BPS
Jumlah Kelurahan - BPS
Jumlah dusun - BPS
Jumlah Lingkungan 654 BPS
Jumlah RT 2102 BPS
Jumlah Kepala Keluarga (KK) 5087 BPS
Peta Administrasi Wilayah Kabupaten Gambar RTRW/RPJMD/BPS
Peruntukan lahan terluas 344.413 Ha BPS
Peruntukan lahan tersempit 10.383 ha BPS

Program Kemasyarakatan

No Program Comdev yang ada didaerah tersebut Perusahaan Ruang Lingkup Program Comdev Target Sasaran program Lokasi Isu yang berkaitan dengan comdev didaerah tersebut Kendala yang hadapi dalam
1 Lingkungan  PT. Pertamina Community Relation Pertamina RU II Sungai Pakning UPT. Dinas Pendidikan Kecamatan Bukit Batu, dengan simbolis terhadap 5000 pohon Bukit Batu Kelurahan Sungai Pakning. Masyarakat Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Kecamatan Bukit Batu Kelurahan Sungai Pakning Informasi program kerja Comdev perusahaan tidak diketahui oleh masyarakat sehingga usulan kegiatan masyarakat sifatan hanya isidentil dan tidak ter program dengan baik Desa tidak memiliki program kerja yang terpetakan dengan baik yang sesuai dengan potensi desa.
2 sosial kemasyarakatan PT Bumi Siak Pusako (BSP) Community relation berkaitan dengan program-program membina hubungan dgn masy. Sunatan Massal  Masyarakat Kabupaten Siak Khususnya yaitu Kecamatan Sungai Apit, Kecamatan Pusako dan Kecamatan Mempura. Kecamatan Sungai Apit, Kecamatan Pusako dan Kecamatan Mempura. Implementasi tanggung jawab sosial perusahaan pada masyarakat, sehingga terciptanya hubungan yang lebih harmonis antara masyarakat dengan perusahaan. Karena menurutnya, sukses dan lancarnya operasional perusahaan tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar wilayah operas Desa tidak memiliki program kerja yang terpetakan dengan baik yang sesuai dengan potensi desa.

Dinamika Politik

Pemilu Legislatif
No Komposisi Partai peraih kursi legislatif Perolehan Suara % Perolehan suara Perolehan kursi legislatif Jumlah legislator perempuan
2004 2009 2004 2009 2004 2009 2004 2009
1 PKS - 28.167 10%  6
2 Partai Golkar 28.288 9.93% 5 0
3 PAN 19.977 7.01% 2 0
4 PDI Perjuangan 19.562 6.87% 4 1
5 PDK 5.715 2.01% 1 0
6 Partai Bulan Bintang 14.945 5.25% 3 0
7 Partai Demokrat 25.46 0.89% 5 1
8 PBR 14.676 5.15% 1 0
9 PKB 9.381 3.29% 2 0
10 PPP 20.833 7.31% 3 0
11 PBN 5.949 2.09% 1 0
12 PHNR 12.26 0.43% 1 0
13 PDS 5.827 2.05% 2 0
14 PPNU Indonesia 3.37 0.12% 1 0
15 Partai Patriot 4.117 1.45% 1 0
16 Partai Buruh 10.41 0.37% 1 0
Jumlah

Tabel II. Komposisi perolehan suara pada pilihan Bupati Bengkalis periode 2004-2009

Pemilu Bupati
No Pemilu Bupati/Walikota 2009 Pemilu Bupat/Walikota 2009 Akses Data
Periode I Periode II Periode I Periode II
Pasangan Calon Partai Pengusung/ Independen Jumlah suara (angka) Jumlah suara (%) Pasangan Calon Partai Pengusung/ Independen Jumlah suara (angka) Jumlah suara (%) Pasangan Calon Partai Pengusung/ Independen Jumlah suara (angka) Jumlah suara (%) Pasangan Calon Partai Pengusung/ Independen Jumlah suara (angka) Jumlah suara (%)
1  Drs. Sulaiman Zakaria, M.Si-H. Arwan Mahidin  PKB, PPP, PDIP, PBB, PPNUI, PPIB 87.939 39.7  Drs. Sulaiman Zakaria, M.Si-H. Arwan Mahidin  PKB, PPP, PDIP, PBB, PPNUI, PPIB 87.939 39.7 KPU
2  Ir. H. Herliyan Saleh, M.Sc-Drs. Suayatno  PKS, PBR, PDP 96.437 96.437  Ir. H. Herliyan Saleh, M.Sc-Drs. Suayatno  PKS, PBR, PDP 96.437 96.437
3 Normasyah Abdul Wahab Wahab-Ir. Syamsul Gusri, SE., MP P. Demokrat, P. Hanura 14.524 6.56 Normasyah Abdul Wahab Wahab-Ir. Syamsul Gusri, SE., MP P. Demokrat, P. Hanura 14.524 6.56
4   Zulfan Heri-H. Syahrin Yunan  PDS, P. Buruh, Patriot, PDK, PBN, PPRN, PKPB, PMB, PPI, PKPI, PPI, PPDI, PRN, PKDI, PBNU 22.625 10.21  Zulfan Heri-H. Syahrin Yunan  PDS, P. Buruh, Patriot, PDK, PBN, PPRN, PKPB, PMB, PPI, PKPI, PPI, PPDI, PRN, PKDI, PBNU 22.625 10.21

Pilkada dilakukan hanya satu periode saja. Pasangan Ir. H. Herliyan Saleh, M.Sc-Drs. Suayatno disebabkan oleh masa pendukung yang jelas walupun hanya 3 partai saja. Kemenangan ini diperjelas dari empat pasangan Ir. H. Herliyan Saleh, M.Sc lebih dikenal dengan banyak pengalaman beliau hingga ke tingkat propinsi Riau.

Tenaga Kerja dan Pengangguran

Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Mata Pencaharian
Mata Pencaharian Jumlah Tenaga Kerja
2010 2011 2012
Pertanian 4.512 6.91 N/A
Pertambangan / Penggalian 19.76 6.709
Industri 752 261
Listrik Air dan Gas - 115
Bangunan 2.581 11.237
Perdagangan 382 1.126
Angkutan / Komunikasi 38 200
Jasa 1.237 253
Jasa Kemasyarakatan - -

Pertanian masih menjadi lapangan usaha utama mayoritas penduduk di Kabupaten Bengkalis dengan persentase sebesar 40,35%. Sedang listrik dan air minum merupakan lapangan usaha yang memiliki persentase paling kecil di Kabupaten Bengkalis sebesar 0,16%.

Jumlah Pengangguran Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pengangguran Jumlah
2009 2008 2007
tidak tamat SD N/A N/A N/A
SD / Mi
SMP / MTs
SMA / SMK / MA
Diploma / Universitas

Pengangguran banyak terserap di sektor informal yang tidak berkualitas. Seperti ikut orang lain berdagang maupun keluarganya, sehingga mereka tidak tergolong tenaga kerja. Angka pengangguran di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 mencapai 8 persen, sedangkan angka kemiskinan 11 persen. Angka ini menggambarkan Bengkalis butuh investasi besar yang bisa menciptakan lapangan kerja serta mampu mensejahterakan masyarakat.

Pengangguran Penyebab jumlah pengangguran terus meningkat, menurutnya selain banyak pendatang baru mencari pekerjaan dengan upah yang murah juga perusahaan merekrut tenaga kerja dari luar. Apalagi perusahaan baru yang datang dari Jakarta memenangkan tender proyek besar di daerah ini.

“Kita lihat saja dilapangan, lebih banyak orang luar datang ke Duri bekerja ke sini. Sementara masyarakat disini lebih banyak menjadi penonton. Dulunya mereka bekerja, tapi sejak di PHK mencari lowongan kerja sangat sulit.

PAD, UMR & Perizinan

Pendapatan Asli Daerah
Tahun Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang Sah Total PAD
2010 23.835.645.554 13.652.301.203 7.161.411.877 93.696.097.886 117.535.755.973
2011  24.029.684.205  11.578.930.653  14.297.484.632  61.196.610.921 111.102.710.411
2012 -
Upah Minimum Regional
Tahun Non Sektor Tekstil / Garmen Lain-lain Perdagangan / Jasa (dll)
2010 1.010.000,- ( - )
2011 1.125.000,-       ( - )
2012 1.270.000,-       ( - )

Perizinan

Berdasarkan Peraturan Daerah No.10 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah membentuk Tata Kerja badan pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bengkalis.

Selanjutnya Peraturan Bupati Bengkalis Nop.29 tahun 2009 tentang Pelimpahan Wewenang Pelayanan Perizinan dan non Perizinan kepada badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bengkalis, hal tersebut dimaksudkan dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan publik bagi penyelenggaraan untuk tercapainya tertib administrasi secara terpadu, terkoordinasi dan berkesinambungan.

Saat ini Badan pelayanan dan Perizinan Terpadu Kabupaten Bengkalis telah melayani 60 jenis perizinan dan non perizinan, untuk meningkatkan pelayanan yang efektif dalam rangka pelayanan yang cepat, terarah, transparan dan pasti kepada masyarakat. Adapun Bidang-bidang Pelayanan Perizinan tersebut adalah :

  1. Bidang Kelautan dan Perikanan
  2. Bidang Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga
  3. Bidang Kesehatan
  4. Bidang Perindustrian dan Perdagangan
  5. Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang
  6. Bidang Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
  7. Bidang Perkebunan dan Kehutana
  8. Bidang Tata Pemerintahan

Analisa PDRB

Produk Domestik Regional Bruto
No Sektor/Sub Sektor 2009 2010 2011
01 Pertanian 3.820.398,7 4.745.863,4 -
02 Pertambangan & Penggalian 50.784.089,0 60.194.845,6
03 Industri 6.854.961,3 8.201.577,0
04 Listrik, Gas & Air Bersih 75.489,3 95.785,6
05 Bangunan 755.158,0 766.845,3
06 Perdagangan, Hotel & Restoran 2.462.529,7 2.909.868,0
07 Angkutan & Komunikasi 228.038,1 267.200,6
08 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 271.012,3 330.347,0
09 Jasa Jasa 954.729,4 1.079.896,8
10 PDRB Dengan Migas 66.206.406,5 78.592.229,4
11 PDRB Tanpa Migas 12.984.490,2 15.393.017,1

Tahun 2010, atas dasar harga berlaku pendapatan regional per kapita meningkat sebesar 15,63 persen dan atas dasar harga konstan 2000 meningkat sebesar 4,49 persen. Atas dasar harga berlaku pendapatan per kapita Kabupaten Bengkalis tahun 2010 adalah Rp 28,2 juta dan atas dasar harga konstan 2000 pendapatan per kapita tahun 2010 sebesar Rp 6,3 juta.

Laju Pertumbuhan Sektoral (persen)
Sektor/Sub Sektor 2008 2009 2010
1 Pertanian 20.52% 17.46% 24.22%
2 Pertambangan dan Penggalian 35.53% -15.51% 18.53%
3 Industri Pengolahan 30.85% 18.73% 19.64%
4 Listrik, Gas, dan Air Bersih 18.56% 18.63% 26.89%
5 Bangunan 47.85% 25.38% 1.55%
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 28.53% 18.70% 18.17%
7 Angkutan dan komunikasi 16.64% 18.24% 17.17%
10 Keuangan Sewa dan Jasa Perusahaan 19.21% 23.77% 21.89%
11 Jasa 17.99% 17.35% 13.11%
PDRB 33.95% -9.43% 18.71%

Besarnya laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkalis dapat dilihat berdasarkan kenaikan PDRB setiap tahunnya. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkalis selama periode tahun 2007-2010 yang mengacu pada tahun dasar 2000 telah tumbuh dengan rata-rata kenaikan per tahun sebesar 7,55 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun 2010 ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2009, yaitu sebesar 7,14 persen pada tahun 2010 dan 7,09 persen pada tahun 2009. Pada tahun 2009 sektor listrik dan air bersih mencatat pertumbuhan riil tertinggi sebesar 16,26 persen, diikuti sector angkutan dan komunikasi sebesar 10,13 persen, kemudian sector keuangan, sewa, dan jasa perusahaan 10,06 persen. Pertumbuhan riil sector bangunan pada tahun 2010 tercatat paling rendah sebesar 0,04 persen.

Terdapat 2 perusahaan migas yang besar di Kabupaten Bengkalis, yaitu PT. Pertamina yang beroperasi di Sungai Pakning dan PT. Chevron Pacific Indonesia yang beroperasi di Kota Duri Kecamatan Mandau.

Perikanan dan Tanaman Pangan

Perikanan
Tahun Produksi ikan (ton) Nilai Produksi Ikan (ribu Rp)
2009 9.879,40 93,854,300,000
2010 9.955,70 112,001,625,000
2011 - -
Tanaman Pangan
Data Tahun Luas Lahan Produktif (Ha) Nilai Produktifitas (ton/Ha)
2009   8,701.00 32,832
2010  9,858.00 36,602
2011 - -
Peternakan
Data Tahun Jumlah Petani Ternak Besar* Jumlah Ternak Kecil Jumlah Ternak Unggas Jenis dan Nilai Produksi
2009 Sapi: 9.156 Kambing: 20.206 Ayam Buras: 141.990 Daging Sapi: 254.930
Kerbau: 530 Itik: 12.156 Susu Sapi (Ltr): 0
2010 sapi : 10.519 kambing : 20.711,2 ayam buras : 149.089,5 daging sapi (kg):  255.000
kerbau : 811 itik : 12.459,9 susu sapi (Ltr) : 0
2011 Sapi: Kambing: Ayam Buras: Daging Sapi:
Kerbau Itik: Susu Sapi (Ltr):

Hutan dan Perkebunan

Hutan
Tahun Luas hutan keseluruhan Luas Hutan Konservasi Luas Hutan Produksi
2009 4,995,140.65 483,985.91 1,750,281.43
2010 4,852,645.30 531.852,65 1.605.762,78
2011 - - -
Tanaman Perkebunan
Data Tahun Jenis Tanaman dan jumlahnya
(pohon/hektar)
Jumlah tanaman keseluruhan Produksi (Kwintal)
2009 6/karet 40.953 ha; kelapa sawit 155.536,7 ha; kelapa 17.342 ha; sagu 1.485 ha; kopi 245,3 ha; dan pinang 871 ha. 216.433 1,866.41
2010 6 Jenis Tanaman/ Karet: 32.192/Kelapa Sawit: 132.345/Kelapa: 16.982/Sagu: 2.662/Kopi:260/Pinang:872 182.654 1,027.32
2011 - - -

Tahun 2009: 6/karet 40.953 ha; kelapa sawit 155.536,7 ha; kelapa 17.342 ha; sagu 1.485 ha; kopi 245,3 ha; dan pinang 871 ha. Sedangkan produksinya yaitu karet 39.934,8 ton; kelapa sawit 1.794.461 ton; kelapa 22.490 ton; sagu 3.753 ton; kopi 179,1 ton; dan pinang 5.591 ton.

Tahun 2010: 6 Jenis Tanaman/ Karet: 32.192/Kelapa Sawit: 132.345/Kelapa: 16.982/Sagu: 2.662/Kopi:260/Pinang:872.

Kesehatan

AKI (Angka Kematian Ibu)
Indikator 2010 2011 2012
kematian ibu hamil dan melahirkan  13  10 -
Jumlah kelahiran hidup  51,634   49.634 -
AKB (Angka Kematian Bayi)
Indikator 2010 2011 2012
angka bayi lahir hidup 51.634   49.634 -
angka bayi lahir meninggal - - -
10 penyakit terbesar
Jenis Penyakit 2010 2011 2012
Annual Malaria Incidence 1,399 - -
Demam Berdarah Dengue 117

Analisis: Pertumbuhan penduduk Kabupaten Bengkalis masih cukup tinggi. Hasil sensus selama 10 tahun terakhir, pertumbuhan penduduk Kabupaten Bengkalis berkisar 2,61 persen per tahun, melebih laju pertumbuhan penduduk secara nasional sebesar 1,49 persen pertahun disamping tingginya laju pertumbuhan penduduk, Kabupaten Bengkalis juga dihadapkan pada tingginya angka kematian bayi atau IMR (Infant Mortality Rate). Untuk Kabupaten Bengkalis relatif tinggi yaitu 47 jiwa per seribu kelahiran, bila dibandingkan dengan tingkat kematian bayi secara nasional, yaitu 34 jiwa per seribu kelahiran, dan Provinsi Riau 46 jiwa per seribu kelahiran.

Gizi Buruk
Jumlah 2010 2011 2012
Balita 16 - -
  N/A N/A N/A

Pendidikan

Guru dan Sekolah Tahun 2010
Status Swasta Negeri
Tingkat TK SD & Mi SMP & MTs SMA & Ma TK SD & Mi SMP & MTs SMA & Ma
Jumlah guru   634   389   353  201  37   3.913   2.186  942
Jumlah murid 6.239   8.381   3.564   2.207   303   63.972   19.908   12.917
Jumlah sekolah 116 29   21  9   4   288/18   64/50  27/28
Guru dan Sekolah Tahun 2011
Status Swasta Negeri
Tingkat TK SD & Mi SMP & MTs SMA & Ma TK SD & Mi SMP & MTs SMA & Ma
Jumlah guru   360   362   175   230   35   4.116   1.474   893
Jumlah murid   3.865   7.817   2.287   2.049   281   64.880   19.421   13.602
Jumlah sekolah 106 30   17  11   4   295/19   73/50   28/28
Guru dan Sekolah Tahun 2012
Status Swasta Negeri
Tingkat TK SD & Mi SMP & MTs SMA & Ma TK SD & Mi SMP & MTs SMA & Ma
Jumlah guru                
Jumlah murid
Jumlah sekolah

Analisis: Secara umum jumlah sekolah, guru dan murid baik swasta maupun negeri meningkat setiap tahunnya. Seperti pada tahun 2010 di Kabupaten Bengkalis terdapat sebanyak 110 Taman Kanak-kanak, 324 Sekolah Dasar, 19 Madrasah Ibtidaiyah, 90 Sekolah Menengah Pertama, 50 Madrasah Tsanawiyah, 39 Sekolah Menengah Atas, 29 Madrasah Aliyah, dan 13 Sekolah Menengah Kejuruan. Sedangkan tenaga pengajar di Kabupaten Bengkalissebanyak 395 orang guru Taman Kanak-kanak, 4.478 orang guru Sekolah Dasar, 268 guru Madrasah Ibtidaiyah, 1.649 orang guru Sekolah Menengah Pertama, 1.012 guru Madrasah Tsanawiyah, 1.123 orang guru Sekolah Menengah Atas, 558 guru Madrasah Aliyah, dan 268 orang guru Sekolah Menengah Kejuruan.

Peningkatan ini disebabkan oleh perhatian pemerintah terhadap pendidikan masyarakat bengkalis. Salah satu kebijakan pemerintah adalah menaikan tunjangan para guru. Bersumber dari Sekda Bengkalis, ia mengatakan bahawa untuk pembayaran dana tunjangan dan tambahan penghasilan guru PNS, sejauh ini dananya sudah masuk ke kas Daerah Pemerintah Kabupaten Bengkalis dengan alokasi dana sebesar Rp16.967.810.500 untuk tunjangan profesi guru, dan sebesar Rp2.212.500.000 untuk tambahan penghasilan guru, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2012 tentang pedoman penyusunan APBD Tahun 2012, Pemkab Bengkalis memperoleh dana penyesuaian yang bersumber dari APBN Tahun anggaran 2012 setelah peraturan daerah tentang APBD 2012 ditetapkan, maka pemerintah daerah menganggarkan dana penyesuaian dimaksud dengan cara terlebih dahulu melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD 2012.

Selian memperhatikan kesejahteraan guru pemerintah juga meningkatkan infrastruktur sekolah. Hanya saja selama ini kualitas bangunan tidak baik sehingga umur ekonomisnya pendek dan semaikin mebesarnya biaya perawatan.
Sampai pada tahun 14 Maret 2011, Rasio guru dan murid untuk Kabupaten Bengkalis 1:16. Artinya, jumlah guru yang ada saat ini sudah mencukupi. Persoalannya adalah masalah penyebaran yang tidak merata, menumpuk di suatu tempat. saat ini jumlah guru pegawai negeri sipil di Kabupaten Bengkalis, tidak termasuk guru sekolah madrasah dan guru honor, mencapai 6.832 orang. Sementara jumlah sekolah 632, sedangkan jumlah murid 114.835 orang. Untuk guru honor baik yang diangkat provinsi, kabupaten, dinas, UPTD, kepala sekolah maupun komite jumlahnya mencapai 6.000 orang. Artinya, jumlah guru sudah berlebih dari kebutuhan sehingga ada di beberapa sekolah yang mengajar itu para guru honor, sementara guru PNS tidak mengajar.

Angka Partisipasi Kasar (APK)
Keterangan 2010 2011 2012
(APK) SD/MI 113.08 115,04 N/A
(APK) SMP/MTs 104.86 106,67
(APK) SM/MA 56.87 57,85
(APK) PT 56.87 57,85
Angka Partisipasi Murni (APM)
Keterangan 2010 2011 2012
(APM) SD/MI 92.43 93,84 N/A
(APM) SMP/MTs 80.82 82,05
(APM) SM/MA 46.31   47,61
(APM) PT 46.31   47,61
Angka Partisipasi Sekolah (APrS)
Keterangan 2010 2011 2012
(APrS) 7-12 th N/A N/A N/A
(APrS) 13-15 th
(APrS) 16-18 th
(APrS) 19-24 th
Angka Putus Sekolah
Angka Putus Sekolah (APtS) Swasta Negeri
2010 2011 2012 2010 2011 2012
SD
MI
SMP
SMPT
MTs
SMA
MA
SMK
Total    
Angka Buta Huruf
Angka Buta Huruf 2010 2011 2012
Angka Buta Huruf 10 th +
Angka Buta Huruf 15 th +
Angka Buta Huruf 15-44 th
Angka Buta Huruf 45 th +
Total      

Pada saat ini sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bengkalis masih kurang. Terutama untuk sekolah Agama seperti Madrasah Ibtidaiyyah, Madrasah Aliyah dan MTs. Mulai dari keterbatasan bangunannya sampai dengan teknologi penunjang pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Sampai tahun 2010 terdapat 19 Madrasah Ibtidaiyah, 50 Madrasah Tsanawiyah, 29 Madrasah Aliyah, dan 13 Sekolah Menengah Kejuruan dan terdapat 5perguruan tinggi. yaitu : Politeknik Negeri Bengkalis, Sekolah Tinggi Agama Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Duri dan Akademi Kebidanan (Akbid) Duri. Dengan jumlah mahasiswa 3.289 orang. Semakin banyaknya perguruan Tinggi di Kabupaten Bengkalis berkorelasi dengan peningkatan sumdaya manusia di Kabupaten ini.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau telah berupaya dalam penyelenggaraan wajib belajar (wajar 9 tahun) yang sudah dilaksanakan. Selanjutnya potensi pengembangan model wajar 12 tahun di Kabupaten Bengkalis sangat tinggi karena didukung oleh alokasi dana pendidikan yang mencapai 30-35% dari APBD. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), tahun 2006–2010 Kabupaten Bengkalis akan menyelenggarakan Wajib Belajar 12 Tahun untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang bermutu di daerah dalam memenuhi hak dasar masyarakat sebagai warga negara. Banyak aspek yang menyebabkan seseorang atau suatu keluarga memutuskan anaknya untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Di antaranya adalah faktor ekonomi, faktor sosial dan faktor budaya. Dengan kata lain, permasalahan pembiayaan, jarak dengan perguruan tinggi, dan ketidaksiapan untuk masuk ke perguruan tinggi menjadi hal yang menentukan. Mahalnya biaya pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), mengakibatkan akses siswa kurang mampu untuk kuliah semakin kecil. Sehingga perlu perhatian serius pemerintah dalam memberikan beasiswa baik bagi warga yang tidak mampu maupun beasiswa prestasi.

Kelompok Kepentingan

Peta Kerentanan Konflik
No Kategori Konflik Deskripsi Konflik Isu Lokasi Aktor Yang Terlibat Waktu Model Resolusi Analisa
1 Konflik Lahan di Rupat Konflik antara warga desa akibat bersengketa dengan perusahaan Hutan Tanaman Industri PT Sumatera Riang Lestari di Pulau Rupat, Riau kini memasuki babak baru. Selasa tanggal 28 Agustus 2012 Desa Pergam dan Desa Mesim Kecamatan Rupat Konflik antara warga desa akibat bersengketa dengan perusahaan Hutan Tanaman Industri PT Sumatera Riang Lestari di Pulau Rupat Selasa tanggal 28 Agustus 2012 Camat , DPRD Kab. Bengkalis, Tokoh Masyarakat
2 Konflik Politik Empat ribuan massa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bengkalis menggelar aksi demonstrasi di kantor bupati dan DPRD Bengkalis pada 24 September 2012. menuntut DPRD Bengkalis menggelar sidang paripurna pemberhentian Herliyan dan Suayatno sebagai bupati dan wakil bupati. Keduanya gagal menjalankan amanah rakyat, pembangunan di Bengkalis macet, penyerapan APBD minim serta tumbuh suburnya KKN dalam pemerintahan sekarang Meminta sikap bupati selama 30 puluh hari. Kota Bengkalis Kecamatan Bengkalis Tokoh Masyarakat, DPRD Kab. Bengkalis 24-Sep-12 DPRD menyampaikan aspirasi masyarakat meminta sikap daripada Bupati Bengkalis Ketidakpercayaan masyarakat terhadapa kepada daerah, karena belum tampak pembangunan yang signifikan setelah dua tahun memerintah.
3 Konflik Agraria (lahan) Konflik agraria yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat ternyata tak lepas dari peran pemerintah yang tak becus dalam menetapkan tata batas. Desa Melibur di Kantor Camat Pinggir. Kecamatan pinggir PT Arara Abadi dengan asyarakat Desa Melibur di Kantor Camat Pinggir. 26-Sep-12 Kepala Seksi Sosial Kecamatan Pinggir, Dinas Kehutanan Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau, Badan Pertanahan Nasional,